en id

KLOTER PERTAMA HAJI 1438 H / 2017 NTB DIBERANGKATKAN DARI LOMBOK INTERNATIONAL AIRPORT

12 Aug 2017

kembali ke list


raya – Kelompok terbang (kloter) pertama jemaah calon haji 1438 H / 2017 asal Nusa Tenggara Barat mulai diberangkatkan dari Lombok International Airport pada 12 Agustus 2017, pukul 12.25 WITA menggunakan pesawat Garuda Indonesia Boeing 747-400 dengan nomor penerbangan GA 8122. Panitia yang terlibat diantaranya Kementerian Agama, Dishub NTB , Garuda Indonesia, PT Angkasa Pura I Cabang Lombok International Airport, Damri, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Mataram, Kantor Karantina Pelabuhan, Bea & Cukai, Imigrasi, TNI, Polri, serta PT Gapura Angkasa. 

"Jumlah keseluruhan jemaah calon haji yang akan diberangkatkan dari Lombok International Airport sebanyak 4495 orang yang akan di bagi dalam 10 kloter penerbangan. Untuk jadwal keberangkatan atau embarkasi dimulai tanggal 12 hingga 25 Agustus 2017, sedangkan kepulangan atau debarkasi dimulai pada 22 September hingga 6 Oktober 2017. Pada kloter pertama yang akan berangkat sebanyak 450 jamaah haji yang berasal dari Kota Mataram," jelas General Manager Lombok International Airport I Gusti Ngurah Ardita.

Pesawat yang akan mengangkut penerbangan haji sendiri sudah mendarat sejak jumat siang (11/8) di Lombok International Airport pukul 13.20 WITA. Pesawat yang akan mengangkut penerbang haji pada tahun ini berbeda jenis pada tahun sebelumnya, dimana tahun sebelum menggunakan Airbus 330-300 dan pada tahun ini menggunakan Boeing 747-400 yang dapat mengangkut lebih banyak jamaah haji.

Ardita menambahkan, Lombok International Airport telah menyiapkan beberapa fasilitas untuk menunjang penerbangan haji kali ini, dimana PKP-PK yang sebelumnya berada pada kategori 7 ditingkatkan menjadi kategori 8. "Kami telah memastikan kesiapan fasilitas serta peralatan pendukung angkutan haji tahun 2017 bersama Garuda Indonesia, Gapura Angkasa, dan Otoritas Bandar Udara Wilayah IV serta instansi terkait lainnya" imbuhnya. 

Menurut Ardita, memang akan ada beberapa jadwal keberangkatan haji yang bersamaan dengan penerbangan reguler. "Tapi kami sudah antisipasi dengan memanfaatkan secara maksimal waktu yang ada agar tidak berdampak pada operasional bandara“ jelas Ardita